Kamis, 25 Maret 2021 / 07:36 WIB

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210325072046-85-621814/minyak-melesat-usai-kapal-mv-ever-given-karam-di-terusan-suez

Jakarta, CNN Indonesia — Harga minyak mentah melonjak hingga 6 persen pada perdagangan Rabu (24/3). Kenaikan minyak dipicu kandasnya kapal kontainer MV Ever Given di Terusan Suez.

Mengutip Antara, Kamis (25/3), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik US$3,62 atau 6 persen menjadi US$64,41 per barel. Sebelumnya, Brent tergelincir US$3,83 atau 5,9 persen.

Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bertambah US$3,42 atau 5,9 persen menjadi US$61,18 per barel. Kemarin, WTI kehilangan US$3,80 atau 6,2 persen.

Kapal kontainer MV Ever Given merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Pasar khawatir insiden tersebut dapat menghambat pengiriman minyak mentah, sehingga mendorong kenaikan harga yang sempat tertekan selama seminggu terakhir.

Kemarin, sepuluh kapal tunda berjuang untuk membebaskan MV Ever Given setelah kandas dan menutup Terusan Suez selama lebih dari sehari.

“Ini adalah salah satu wild card yang unik untuk industri minyak mentah,” kata Bob Yawger dari Mizuho di New York.

Harga kedua minyak acuan sempat mencapai level tertinggi tahun ini ditopang ekspektasi pemulihan permintaan. Namun, harapan tersebut pupus ketika negara-negara Eropa kembali melakukan lockdown karena terjadi gelombang pandemi. Italia, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya telah memberlakukan kembali pembatasan kegiatan.

Kemudian, harga minyak berhasil pulih karena OPEC dan sekutunya membuat rekor pemotongan produksi. OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, akan bertemu pada 1 April untuk mempertimbangkan apakah akan mengurangi lebih banyak produksi mereka.

Kenaikan harga minyak juga didukung oleh data Badan Informasi Energi AS (EIA) yang menunjukkan kilang-kilang minyak mulai pulih setelah badai musim dingin menutup kilang-kilang di Texas bulan lalu.

“Para penyuling selesai dari perawatan dan pemulihan kilang setelah pemadaman listrik. Harapannya, sekarang mereka kembali bekerja,” kata Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn di Chicago.