Selasa, 12 Januari 2021 / 08:29 WIB

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210112071518-92-592429/setelah-meroket-harga-bitcoin-anjlok-20-persen

Jakarta, CNN Indonesia — Harga bitcoin kembali ke level US$31 ribu pada perdagangan Senin (11/1). Harga tersebut anjlok sekitar 20 persen dari level tertingginya sebesar US$42 ribu.

Dikutip dari CNN Business, dalam beberapa bulan terakhir bitcoin mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

“Sangat menakutkan ketika harga bitcoin langsung naik, sehingga dibutuhkan sedikit penurunan,” kata James Putra, Wakil Presiden Strategi Produk TradeStation Crypto, Senin (11/1).

Ahli Strategi Bank of America mengatakan lonjakan bitcoin mungkin menjadi pemimpin dari semua penguatan yang pernah terjadi. Penguatan bitcoin lebih besar dari penguatan emas di tahun 70an atau kenaikan harga perumahan di pertengahan tahun 2000an.

Sehingga, para ahli menilai penurunan hampir 20 persen dalam beberapa hari terakhir adalah koreksi sehat. Bitcoin pertama kali melampaui level US$ 20 ribu pada pertengahan Desember dan melonjak di atas US$30 ribu awal bulan ini.

Lonjakan tersebut menjadi rebound besar dari titik terendah di atas US$4 ribu karena wabah covid-19 membuat berbagai aset keuangan global anjlok. Walau turun selama akhir pekan, bitcoin masih mencatatkan kenaikan lebih dari 10 persen sepanjang 2021.

Pasalnya, dalam satu tahun terakhir bitcoin telah meroket hingga 300 persen. Beberapa analis memproyeksi Bitcoin masih bisa jatuh ke level US$28 ribu hingga US$30 ribu sebelum mencapai titik terendah.

“Ini bukan waktunya untuk panik, tetapi untuk melihat peluang ini dari sudut pandang yang lebih optimis. Karena kenaikan belum berakhir, dan masih cenderung melakukan perjalanannya ke atas.,” kata Naeem Aslam, Kepala analis pasar di AvaTrade.

Sebagian analis pun masih mempercayai potensi bitcoin jangka panjang. Pasalnya, mereka melihat masa depan uang kripto yang mulai dilirik oleh raksasa pembayaran digital seperti Square dan PayPal.