Kamis, 29 Juli 2021 / 09:51 WIB

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210729094215-85-673631/semester-i-laba-pln-melesat-ke-rp66-t-berkat-kompensasi

Jakarta, CNN Indonesia — PT PLN (Persero) mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang semester I 2021. Perseroan mengantongi laba Rp6,6 triliun, atau melonjak 2.525,48 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp251,6 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan PLN, lonjakan laba ditopang oleh kenaikan penjualan tenaga listrik sebesar 3,7 persen dari Rp135,41 triliun pada semester I 2020 menjadi Rp140,48 triliun di semester I 2021.

Selain itu, perseroan juga memperoleh pendapatan kompensasi senilai Rp8,88 triliun sepanjang semester I 2021, dari sebelumnya tidak ada pendapatan kompensasi.

Dalam enam bulan, pendapatan lain-lain juga bertambah dari Rp1,39 triliun menjadi Rp1,79 triliun. Raihan itu membuat pendapatan usaha PLN secara total naik 6,74 persen dari Rp164,8 triliun menjadi Rp175,91 triliun per Juni 2021.

Laba ini juga ditopang oleh penurunan kerugian selisih kurs dari sebelumnya Rp7,797 triliun menjadi Rp4,42 triliun per semester I 2021.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi mengatakan pencapaian laba ditopang kenaikan penjualan tenaga listrik serta efisiensi berkelanjutan melalui sejumlah program transformasi. PLN telah menjalankan program intensifikasi dan ekstensifikasi penjualan.

“Sepanjang Januari hingga Juni 2021, PLN berhasil menambah 1,65 juta pelanggan baru,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (28/7).

Selain itu, Beban Pokok Penyediaan (BPP) turun 4,7 persen atau setara dengan Rp65 per kWh dari Rp1.368 per kWh menjadi Rp1.303 per kWh. Namun, dalam laporan keuangannya, tercatat beban usaha PLN meningkat dari Rp149,92 triliun menjadi Rp151,89 triliun per semester I 2021.

Liabilitas perseroan berkurang 0,83 persen dari Rp649,24 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp643,85 triliun. Mayoritas merupakan liabilitas jangka panjang yakni Rp500,3 triliun, sedangkan sisanya jangka pendek senilai Rp143,55 triliun.

Kinerja itu membuat aset perusahaan setrum pelat merah ini naik tipis 0,03 persen dari Rp1.589,05 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp1.589,65 triliun pada semester I 2021.