Senin 27 April 2020 08.27 WIB

https://news.ddtc.co.id/penerima-insentif-pajak-diperluas-revisi-pmk-23-2020-terbit-pekan-ini-20539?page_y=0

JAKARTA, DDTCNews – Perluasan penerima insentif pajak yang ada dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.23/2020 masih menjadi sorotan media nasional hingga hari ini, Senin (27/4/2020).

Pemerintah pada pekan lalu berkomitmen untuk merampungkan revisi PMK 23/2020 sehingga penerima insentif pajak diperluas ke 18 sektor usaha. Simak artikel ‘Wah, Jadinya Penerima Insentif Pajak Diperluas ke 18 Sektor Usaha’.

“Awal minggu depan [pekan ini] sudah akan diumumkan [revisi PMK 23/2020],” Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama.

Perluasan penerima insentif pajak ini diperkirakan memberi tambahan stimulus sekitar Rp35,3 triliun dalam konteks sebagai respons pemerintah terhadap pandemi Covid-19. Otoritas fiskal pun mengatakan hampir seluruh sektor dalam perekonomian Indonesia mendapatkan insentif.

Selain itu, beberapa media nasional juga menyoroti penegaskan DJP terkait penggunaan tarif pajak penghasilan (PPh) badan 22%, sesuai Perpu 1/2020, dalam penghitungan angsuran PPh Pasal 25. Hal ini ditegaskan dalam Peraturan Dirjen Pajak No PER-08/PJ/2020.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan jumlah jenis usaha yang mendapatkan insentif pajak yang ada dalam PMK 23/2020 terus berubah mengingat adanya penyisiran KBLI oleh pemerintah.

Berdasarkan pemberitaan Bisnis Indonesia, KLU yang bakal mendapatkan insentif sesuai PMK 23/2020 kemungkinan mencapai 745 KLU. Pasalnya, penentuan KLU melewati proses penyisiran yang panjang sehingga membutuhkan waktu cukup lama.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan industri media juga akan mendapatkan insentif pajak yang diberikan pemerintah untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19 ini.