19/08/2025

Source: https://www.pajak.com/pajak/6-klaim-potongan-pajak-ini-paling-sering-jadi-sasaran-pemeriksaan-di-australia/

Menjelang masa pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, warga Australia diingatkan untuk berhati-hati saat mengajukan potongan pajak. Kantor Pajak Australia (Australian Taxation Office/ATO) mengungkapkan, ada sejumlah jenis potongan yang umum diajukan tetapi justru berpotensi memicu audit atau pemeriksaan karena dianggap sebagai “tanda bahaya” (red flags).

Direktur Komunikasi Pajak H&R Block Mark Chapman mengatakan, kesalahan yang sering terjadi adalah Wajib Pajak melebih-lebihkan pengeluaran atau mengklaim biaya yang sebenarnya tidak berhak dikurangkan.

“ATO dapat mengaudit SPT Anda dan membatalkan klaim yang tidak benar atau tidak memiliki bukti pendukung. Hal ini akan menambah tagihan pajak,” ujarnya seperti dikutip dari Yahoo Finance, Sabtu (9/8/2025).

Bukan hanya itu, ATO juga dapat mengenakan bunga atas pajak yang belum dibayar dan sanksi administratif mulai dari 25 persen hingga 75 persen dari pajak yang dihindari. Bahkan, jika pelanggaran dilakukan berulang, denda bisa meningkat hingga 95 persen.

Konsultan pajak ini menjelaskan, ada sejumlah pola klaim yang dapat memicu perhatian otoritas pajak, antara lain mengajukan biaya yang tidak berhubungan dengan penghasilan, klaim yang jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, juga klaim yang tidak sebanding dengan Wajib Pajak lain dengan latar belakang pekerjaan serupa.

Selain itu, mengandalkan potongan tarif tetap secara berlebihan, seperti metode sen per kilometer untuk kendaraan dinas juga akan memancing perhatian ATO. Lainnya adalah tidak memisahkan biaya antara penggunaan pribadi dan pekerjaan. Di sisi lain, ATO juga memperingatkan soal praktik double-dipping alias mengklaim biaya yang sebenarnya sudah diganti oleh pemberi kerja.

Berikut adalah enam jenis pengeluaran yang paling sering menimbulkan pemeriksaan pajak bagi Wajib Pajak di Australia:

1. Biaya kendaraan terkait pekerjaan

Metode sen per kilometer memungkinkan klaim hingga 5.000 kilometer per tahun dengan tarif tetap 88 sen dolar Australia per kilometer. Namun, mengklaim jumlah maksimum tanpa bukti perjalanan bisa memicu pemeriksaan. Yang pasti, Pprjalanan dari rumah ke kantor tidak termasuk biaya kerja yang dapat dikurangkan.

2. Biaya kerja dari rumah

Wajib Pajak dapat mengklaim biaya kerja dari rumah menggunakan tarif tetap 70 sen dolar Australia per jam, tetapi harus memiliki bukti jumlah jam kerja, misalnya catatan harian atau daftar kehadiran. Peralatan kantor seperti meja atau komputer tidak termasuk dalam tarif ini dan dapat diklaim terpisah. Biaya ponsel sudah termasuk dalam tarif, sehingga tidak bisa diklaim dua kali.

3. Pakaian kerja

Hanya pakaian yang bersifat wajib dan pelindung yang dapat diklaim. Pakaian biasa, bahkan jika hanya digunakan untuk bekerja, tidak memenuhi syarat. Misalnya, pakaian yang dibeli dari toko tempat seseorang bekerja tidak otomatis menjadi pengurang pajak.

4. Biaya penatu

Pengeluaran untuk mencuci, mengeringkan, menyetrika, atau cuci kering pakaian kerja yang memenuhi syarat dapat diklaim tanpa bukti jika totalnya tidak melebihi 150 dolar Australia atau sekitar Rp1,6 juta. Namun, pakaian tersebut harus termasuk kategori yang diakui sebagai biaya kerja.

Baca Juga  Kewajiban PKP bagi Pengusaha dengan BKP/JKP Bebas PPN

5. Donasi amal

Donasi ke lembaga amal sebesar minimal 2 dolar Australia atau sekitar Rp21 ribu dapat diklaim dengan bukti kuitansi. Namun, tiket undian amal atau acara makan malam amal tidak bisa diklaim karena ada imbalan yang diterima.

6. Klaim pengeluaran yang tidak dapat dikurangkan

Chapman mengingatkan adanya mitos pajak yang membuat sebagian orang percaya bisa mengklaim biaya tertentu, padahal tidak. Daftar ini termasuk biaya penitipan anak, keanggotaan klub golf, biaya pusat kebugaran, tiket bioskop atau teater, biaya pembuatan SIM, operasi kosmetik, hingga langganan TV kabel. Semua ini hanya dapat dikurangkan dalam kondisi yang sangat spesifik.